Selasa, 24 Juni 2014

Just Share (Hanya memposting beberapa foto pernikahan saya dengan beberapa adat)

Ini adalah acara mappetuada, dimana pada acara ini dilaksanakan setelah lamaran dan telah ada penetapan tanggal pernikahan dan kesepakatan prosesi pernikahan lainnya
  
Siraman ini adalah prosesi mensucikan diri sebelum memasuki gerbang pernikahan dalam keadaan suci, dimana calon pengantin akan dimandikan dengan air yang dicampur oleh 7macam bunga.


Mappacci adalah rangkaian prosesi adat bugis yang dilaksanakan malam hari sebelum akad nikah




Prosesi Akad Nikah

Mapparola dilaksanakan setelah akad nikah, dimana pasangan suami istri yang telah sah tersebut diantarkan menuju rumah orang tua dari pengantin pria

RESEPSI/Hajatan 
Resepsi di keluarga suami saya menggunakan adat Batak

Apapun Itu

Salam hangat bagi kita semua..

rasanya kaku juga saat tidak pernah lagi menulis disini, entah mau menulis apa... intinya terlalu banyak cerita yang saya lewatkan untuk saya tulis, padahal saya ingin sekali berbagi tentang kebahagiaan saya saat dilamar oleh suami saya, suami? yah suami saya karena saya telah menikah, hehehe... saya melewatkan cerita tentang betapa galaunya saya menunggu kepastian tanggal kapan saya menikah, sampai saya harus menunggu 6 bulan untuk menentukan tanggal bersejarah bagi saya dengan suami saya. Jarak lamaran dan menentukan tanggal menikah itu begitu nano nano rasanya bagi saya,, hehehe (memangnya nano spray alat kecantikan itu, haahhaha, lupakan)

Yaah,,, saat ini saya menjadi orang yang sangat beruntung, hal yang saya harapkan, hal yang selalu saya sebut dalam doa saya pada saat saya bermunajat kepada-Nya terjabah oleh-Nya, alhamdulillah Yaa Allah ... saat ini saya telah menjadi seorang istri atas seorang pria yang Allah pilihkan untuk saya, atas pria yang selalu saya harapkan menjadi imam saya,, maka hal inilah yang membuat saya merasakan kasih sayang Allah yang luar biasa. Sudah hampir 5 bulan saya menjadi seorang istri, meskipun saya merasa belum begitu sempurna menjalankan tugas saya,,, yaaahh, saat ini saya masih  tinggal berbeda kota dengan suami saya, padahal saya ingin sekali menjadi istri yang mengurus suami saya, mulai dia bangun pagi hingga dia tidur, begitu banyak moment yang mungkin terlewatkan oleh saya saat menjadi pengantin baru, namun suami saya menguatkan saya untuk selalu percaya akan janji-Nya yang akan selalu datang diwaktu yang tepat.

Separuh ibadah saya telah saya sempurnakan, dan begitu baiknya Allah kepada saya, karena tidak membuat saya menunggu untuk merasakan sempurnanya menjadi seorang wanita. yaaah, betul sekali kalau saat ini saya sedang mengandung buah hati kami (saya dan suami saya) dalam rahim saya. "Yaa Allah... Engkau sempurnakan hidupku dengan menghadirkan Imam terbaik untukku, dan saat ini Engkau menganugerahiku keindahan lainnya dengan menghidupkan ruh dalam rahimku yang kelak akan kudidik bersama suamiku menjadi manusia yang tawakkal hanya kepada-Mu, Insya Allah... Alhamdulillah, terima kasih Yaa Allah"

ini sedikit cerita "apapun itu" saya saat ini, rugi rasanya hal-hal indah ini tidak saya tuliskan, biarlah kelak saya pikun, namun tulisan inilah yang akan memutar waktu untuk mengingatkan saya betapa indahnya Anugerah Ilahi... Wassalam

Rabu, 01 Mei 2013

Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat Dzuhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas. Shalat dhuha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat maka shalat dhuha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan. Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dhuha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dhuhur dan keempat shalat ashar. Jika demikian maka dalam satu hari keidupan kita tidak pernah kososng dari shalat.

Shalat dhuha memiliki beberapa fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : " أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام " ( رواه البخاري

Rasulullah saw, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dhuha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur.

Diantara fadhilah yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala do’a. Sebagaimana hadits Abu Hurairoh

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ "

Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampunin segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

Dan yang tidak kalah penting adalah fadhilah yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah saw dalam hadits Qudsi

عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال : ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره " ( رواه الترمذي )

Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupimu di sisa harimu”

Shalat dhuha minimal dilaksanakan dua raka’at, dan yang baik adalah empat rekaat sedangkan sempunanya adalah enam raka’at, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.Shalat dhuha sebaiknya dilakukan dua rakaat untuk satu kali salam, walaupun boleh melangsungkannya dalam empat raka’at sekaligus. Untuk dua rakaat shalat dapat dimulai dengan niat أصلى سنة الضحى ركعتين لله تعالى Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala. Aku niat shalat dua dua raka’at karena Allah.

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan al-Fatihah dan disusul kemudian surat was-Syamsi wa dhuhaha untuk raka’at pertama dan qul ya ayyuhal kafirun untuk raka’at kedua. Demikianlah selanjutnya diulang dengan bacaan surat semampunya.Adapun bacaan do’a dalam shalat dhuha sangatlah beragam akan tetapi yang masyhur adalah

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

allahumma innad dhuhaa dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholichiin.

(ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-mu, dan keindahan adalah keindahan-mu, dan kebagusan adalah kebagusan-mu, dan kemampuan adalah kemampuan-mu, dan kekuatan adalah kekuatan-mu, serta perlindungan adalah perlindungan-mu. ya allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-mu, keindahan-mu, kebagusan-mu, kemampuan-mu, kekuatan-mu dan perlindungan-mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang sholeh).

Copy dari tetangga

Bidadari Surga

Setiap manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kesuciaanya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta

Kuinginkan dia,
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya

*
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku

Engkaulah.....
Bidadari Surgaku

Tiada yang memahami,
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku

Maafkanlah aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu

*
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku

Engkaulah.....
Bidadari Surgaku

Uje'

Minggu, 28 April 2013

Lebih Baik

Tuhan Yang Maha Baik
Terima kasih atas setiap nafas gratis yang Engkau berikan
Maaf atas segala khilaf yang telah kulakukan
Sesungguhnya aku adalah makhlukMu yang begitu hina di hadapanMu
Ampuni aku Yaa Rabb

Tuhan Yang Maha Kuasa
KepadaMu aku berserah
Bahkan sedetik setelah kutulisankan tulisan ini entah apa yang Engkau kehendaki atas diriku
Tapi sungguh aku belum siap menghadapMu
Aku begitu hina

Tuhan Yang Maha Esa
Atas kehendak dan izinMu
Aku memohon, tuntunlah aku ke jalanMu
Aku ingin menjadi lebih baik
Aku ingin lebih mempersiapkan diriku menghadapMu saat Engkau memanggilku
Tuhan,
Izinkan rinduku bersamaMu
Hingga akhir kuhelakan nafas ini

Selasa, 23 April 2013

Rindu

Hai rindu
Mungkin kamulah yang paling bersahabat denganku selama sembilan bulan belakangan ini,,,
Kamulah kata yang sering terucap dalam telpon, pesan singkat maupun video call ku dengannya,,,
😊
Rinduuu
Yah rinduuu
Aku rindu dia kemarin, hari ini, dan esokpun aku merindukannya
Rindu kini menjadi sesuatu yang pasti bagiku
Itulah yang membuatku tegar
😊
Menanti dalam rindu itu indah
Seindah pelangi yang muncul setelah hujan
Seindah alunan lagu lagu romantis yang terdengar dari atas bukit nan hijau
Seindah tarian tarian bintang yang setia menemani bulan setiap malam
Begitu indah
😊

Minggu, 14 April 2013

Galau ituuuu

Hai blogku yang lama tak kujamahi lagi,,,
Apa tetap ada yang mengunjungimu walau kau tidak update lagi?
Sini bisikkan padaku,,,,
Hehehehe

Kali ini sy curhat ttg kegalauan,,,
Yang bukan hanya saya yang kadang merasakannya,
Mungkin hampir semua orang pernah merasakan galau, atau paling tidak gamang
😊

LDR itu berat,,, yah sy galau pertama kali menjalaninya
Tapi rasa memiliki, rasa percaya yang membuatnya bertahan
Dan yang paling penting adalah KOMITMEN dan MIMPI
Hal ini membuat ego harus mengalah untuk perjalanan panjang menuju masa depan
Rasa memiliki yang membuat kita sedikit meminta, bukan menuntut untuk kepentingan hubungan kita
Rasa percaya, bahwa dia disana menjaga hatinya untuk kita, walau banyak godaan yang bisa menjadi racun kemudian membuat sakit dan runtuh
Lalu komitmen, yang kita ukir, kamu akan kembali, dan aku akan menunggu
Dan mimpi, yang membuat kita bertahan sampai saat ini dan nanti
:)

Tanpa percaya, tanpa mimpi, tanpa komitmen, dan tanpa rasa sayang
Smuanya hanya di kali NOL, karena semuanya adalah kesatuan yang tak terpisahkan

Minggu, 13 Januari 2013

SAAT DIA HARUS PERGI UNTUK MIMPI


Wisuda usai, hal yang kami tunggu-tunggu,,, alhamdulillah

Namun ternyata usai wisuda, kegalauan malah semakin menyelimuti, kemana semesta akan mengarahkan kami menggapai mimpi,,, saya sih prinsipnya asal kerja saja, menghasilkan uang, selesai, terlalu simple tapi itulah saya. Berbeda dengannya yang punya mimpi bekerja dua perusahaan teknik yang terkenal, namun akhirnya seiring berjalannya waktu, dia mulai berpikir untuk bekerja diperusahaan IT manapun. Tuhan ternyata sangat baik, menghadiahi kami pekerjaan yang tidak lama memnuai tanda tanya dalam benak kami “kemana rejeki itu harus kami gapai?” aku diterima di Perusahaan tambang terkenal di daerahku, dan dia harus pergi untuk test di pulau seberang. Jleb dia akan pergi, aku mengiringinya dengan doa, meski hati tak ingin ditinggal, aku ingin meronta di bandara saat dia harus pamit dan masuk ke waiting room, tapi ditengah keluarganya aku tidak ingin melakukan itu. Maki dalam hatiku untuk diriku, kenapa aku membiarkannya pergi, kenapa aku malah memberikannya semangat untuk mengikuti test di pulau yang jauh, aku benci diriku, aku marah pada diriku, kenapa harus terlihat senang untuk mengiri kepergiannya, aku teriris, aku tidak suka dia pergi, aku bukan “penganut LDR”... Oh God sanggupkah saya bertahan dalam kondisi seperti ini, dia tidak ada disini, siapa yang akan menemani saya disaat saya butuh dia, tak bisa membayangkan hari-hari suram tanpamu.

Sebulan berlalu, kamu diterima di Perusahaan IT di Ibu Kota dan itu pertanda kamu akan menetap di sana, jauh dariku, lalu aku sama siapa disini, Tuhan jangan alihkan perhatianku. Dua bulan berlalu, tiga bulan berlalu dan Tuhan sangat baik menjaga hatiku dengan menghadirkan keluarganya, lebih dekat lagi untukku dan Tuhan juga menjaga hatinya untukku. Dan aku kuat daripada yang aku pikir, ini semua karenanya yang mampu menguatkanku, mampu membuatku bertahan, dialah pria luar biasa dalam hidupku. Kurangkai rindu hingga dia kembali, aku bahagia dengan hubungan ini, LDR tidak seperti berjalan diatas bara yang akan membakarku dan membuatku menyerah. Rindu, adalah hal indah, meski kadang menyesakkanku, namun kulihat mimpi yang kami rajut bersama, begitu indah, begitu dekat, hingga tingga menunggu waktu mewujudkannya menjadi nyata. Yaah aku percaya itu, aku mampu bertahan, dan aku siap untuk bertahan. Aku menantinya dengan segunung rindu yang di sejukkan dengan pepohonan, diindahkan oleh aliran sungai yang jernih, dihiasi awan putih nan bersih, begitu indah, terkadang kicauan burung membahana namun tidak mengusik, itulah warna rinduku yang indah untuknya. Aku akan selalu merindukannya dan menjaga rindu juga hatiku untuknya, karena aku berharap dialah yang Tuhan kirim untuk mendampingiku dalam sisa hidup Anugerah-Nya.

BERAWAL DARI KUIZ YANG TIDAK JELAS


Yaah,
Saya juga tidak mengerti awal kisah saya dengannya itu seperti apa, semuanya terjadi secara alamiah, seperti hujan yang akan turun jika awan telah lelah untuk menampungnya, terjadi jika panggilan alam telah memanggilnya. Entahlah bagaimana isyarat itu sampai kehatiku dan kehatinya yang membuat kami satu.

Waktu itu, aku merasa nelangsa, kehilangan rasa yang lama ku ukir dengan pria sebelum dia. Pisah, kami menyepakati itu disaat yang tidak tepat, saat aku jauh darinya. Hingga aku merasa,,, mungkin setelah tugasku yang menggunakan seragam Merah selama 2 bulan usai, semuanya bisa terajut kembali, aku takut melangkah, takut membuka hati dengan pria lain, tapi setelah 2 bulan berakhirpun memang dia telah pergi dan lenyap dalam hidupku. Dan kembali kukatakan, semuanya terjadi secara alamiah, tak tahu darimana asalnya, aku tahu dia mengagumiku dari orang lain, tapi apalah arti sebuah kekaguman. Hingga akhirnya pria yang dingin itu memulai menjalin komunikasi denganku, aku yang nelangsapun bangkit, hari-hariku yang ditemani kegalauan kembali berseri, menghadirkan rindu dalam hati jika dalam sehari tanpa bunyi HP yang mengisyaratkan ada pesan singkat darinya. Yaaaah, hari-hari terakhir kami tugas bersama akan usai, komunikasi kami semakin intens, kami akhirnya mencari celah dari setiap sms yang masuk pada inbox kami untuk menjadikan sebuah point kemenangan bagi kami. Hehehehe (agak maksa kuiznya waktu itu). 10 point adalah point kemenangan bagi siapa saja yang terlebih dahulu meraihnya diantara kami, namun di akhir kuiz ini kami kePDan untuk menjadi pemenang, hingga kesepakatan terjadi kemenangan kami raih bersama-sama (loh, yang kalah siapa dong, hahahaha, memang maksa). Saya tidak pernah minta hadiah untuk kuiz ini, tapi saya berhasil memintanya untuk mengatakan yang dia inginkan,,, yaaah dia memilih untuk diberikan “baju Club Bola Fiorentina”, OMG untuk pertama kalinya saya dengar nama club itu, sudahlah, saya dengan PD mencari baju itu di kaskus (waktu itu dia bilang akan mengingat siapapun org yang mampu memberinya baju itu). Saya hampir menyerah, keliling kota mencari baju itu, tapi saya ingin jadi org berarti untuknya meski hanya sementara saja, bahkan saat tugas 2 bulan itu selesai saya masih mencari untuk predikat “berarti”. Eitss,,, ternyata dia lebih dulu memberiku sebuah boneka sapi hasil kemenanganku sebelum KKN (tugas 2 bulan) usai, dan aku tidak memberi apa-apa (rasanya sedih, tapi tetap semangat cari baju fiorentina).

Okeh, 1 bulan berlalu dengan komunikasi yang baik, tapi mulai menurun intensitasnya, hingga rasa rindu sering kali hinggap tanpa kabarnya dalam sehari, tapi pada siapa aku ingin menuntut jika smsku tidak di balas, yaaaah sampai akhirnya aku mendapat permintaannya itu (baju Fiorentina). Dalam benakku, setelah baju ini sampai padanya, mungkin aku akan berakhir dengannya, tapi aku puas dengan predikat “berarti” dalam hidupnya. Baju itupun kuserahkan, dan komunikasi kami mulai terjalin baik lagi, sampai aku begitu menanti untuk ditawari kasih darinya, namun itu tak kunjung tiba, sampai aku hampir menyerah, membiarkan rasa ini melayang bersama angin hingga kemanapun berhembus aku tak peduli lagi. Namun ternyata angin membawanya datang kepadaku dalam gerimis yang romantis di jumat yang teduh 23 September 2011, dia menawarkan rasa yang terserah ingin kusambut atau kubiarkan hanya untuknya, kutanyakan angin kemana rasaku ia terbangkan, apakah sudah iya lenyapkan disela-sela awan putih, dan semesta menertawaiku karena rasa itu tak sanggup diterbangkan angin dengan volume sayang yang ternyata sudah teramat besar untuknya. 

Welcome to my life S F L. I Love You Full  :)

Kamis, 10 Mei 2012

keluarga abang

Mungkn kita semua menyadari, dalam menjalankan hubungan dengan seseorang, dalam artian pacaran, mka salah satu yang kita butuhkan adalah restu keluarga, belum lagi perempuan, ini seprti menjadi kebutuhan,,, hehehehe.... Dan kebahagiaanpun akan terasa sempurna saat kedekatan dengan keluarga pasangan dirasakan,,, dan kebahagiaan itu kini milikku, lihatlah foto diatas, mereka keluarga kekasihku,,, hihihihi :-)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 04 Februari 2012

Sederhana Yang Membahagiakanku

Kalimat itu sungguh sederhana,,, engkau sajikan melalui pesan singkat...
"Hati ini hanya ada kau seorang, berkreasilah sebebas mungkin dalam hatiku...karena hati ini milikmu seorang"
itu sederhana, bahkan sangat lazim ungkapan serupa dapat kita jumpai...
tapi tahukah kalian apa yang membuatnya beda???
dalam kalimat itu, ada makna ketulusan, ada gelora cinta yang dengan dahsyatnya mendekap hatiku...
mendekap erat hatiku dan hatimu,,,
hingga menjadikan hati kita satu dan sulit tuk dipisahkan...
Tuhan....
jika malam ini adalah malam dimana Engkau mengabulkan do'a semua hamba-Mu,,, maka pintaku
"Izinkan kami terikat dalam sebuah mahligai, jadikan dia imam yang terbaik untukku sebagai modalku menghadap kepada-Mu kelak, mengajarkan anak-anak kami akan keagungan-Mu dan bagaimana kembali kepada-Mu dalam husnul khatimah...dan semoga kami jodoh dunia dan akhirat"

sungguh aku menyayangimu sayang
:)

Jumat, 03 Februari 2012

Karena Kau Membuatku Merasa Sempurna

Karna dialah pria yang membuatku merasa sempurna diantara banyak kekuranganku
Karna dialah pria yang bisa membuatku selalu tersenyum, dalam hati yang getir sekalipun
Karna dialah pria yang selalu berjuang untukku
Karna dialah pria yang menjadikanku lebih tegar menghadapi badai kehidupan ini
Karna dialah aku semangat meraih mimpi yang kita rajut bersama
Karena dialah, aku mampu berdiri diatas kakiku sendiri menghadapi rintangan kehidupan
dan...
KARNA DIALAH PRIA YANG KUMAU

SAAT PEMIMPIN YANG TEGAS DAN DISIPLIN DALAM KELUARGA KINI MENJADI PEMIMPIN PARTAI POLITIK SE-PROVINSI (Catatan Seorang Anak)


Darwis Daud, adalah sosok yang tegas dan keras dalam keluarganya, anak-anaknya di didik agar menjadi sosok yang tegar dan tidak boleh lemah dalam menghadapi segala cobaan, karena menurutnya dunia itu menyajikan banyak tantangan, hingga sebesar apapun badai kehidupan kita harus mampu untuk berdiri di atas kaki kita sendiri.
Beliau yang lahir pada tanggal 25 Mei 1954 ini merupakan kepala keluarga yang selalu menerapkan disiplin dalam hal apapun. Selain itu, beliau juga merupakan sosok yang sangat dermawan, selalu berbagi kepada sesama, bahkan saya sebagai anak kadang iri sendiri melihat beliau begitu ringan tangan, tapi diluar itu, kami anak-anaknya yakin itu adalah nasehat yang ditunjukkan oleh sebuah contoh yang sangat baik untuk kami dikemudian hari. Dan itu terbukti hari ini.
Mengenang, masa-masa duduk di bangku sekolah dasar, saya sangat ingat cara ayah memaksa bahkan kadang membentak saya untuk shalat tepat waktu dan mengaji setelah subuh dan magrib. Terkadang saya dongkol, tapi setelah saya dewasa, saya memaknai setiap ajarannya dalam kehidupan lewat ketegasan dan kedisiplinannya. Bahkan, sebagai anak yang (menurut saya) selalu berprestasi di sekolah saya selalu ingin merasakan dipuji oleh ayah dan diberi hadiah, tapi apa yang terjadi saat saya dengan bangga pulang dari sekolah membawa raport? Dia hanya melirik, bahkan ucapan selamatpun tidak dilontarkannya. Saya teramat sedih jika diperlakukan seperti itu, karena seringkali saya mendengar ayah memuji teman-teman saya yang saya anggap saya masih lebih diatas teman saya itu. Namun, tahukah apa maksud dari sikapnya yang dingin itu ? itulah yang membuat saya selalu ingin berbuat lebih baik dan tidak cepat puas dengan apa yang saya raih. Terima kasih ayah.
Ayah saya memulai kehidupannya dari bawah, saat belum mempunyai apa-apa hanya mampu meminjam kanan kiri, namun dibalik kekurangannya itu dia tetap seorang yang dermawan, bahkan saat diapun tidak punya apa-apa. Sepeda motorpun sangat sulit untuk di beli, berapalah gaji seorang perawat di Puskesmas untuk membiayai empat orang anak yang semuanya harus sekolah bersamaan. Belum lagi semua anaknya perempuan, saya rasa tingkat pengawasannya harus lebih tinggi. Hidup dalam kesederhanaan itulah yang membuat kami selalu bersyukur dengan apa yang kami miliki sekarang.
Saya adalah seorang anak bungsu dari 4 bersaudara (yang seharusnya 5), saya hanya mampu mendengar cerita tentang kakak ke-empat (kak daya) saya, yang meninggal dalam perjalanan pergi berobat. Tahukan apa yang membuat saya sesak? Karena pada saat itu keluarga saya sungguh sangat tidak memiliki apa-apa, dinihari di hari meninggalnya kakak saya, ayah dan kakak pertama saya menempuh jarak yang lumayan jauh menuju puskesmas untuk meminjam kendaraan agar mampu membawa kakak saya periksa di rumah sakit (bukan puskesmas). Namun, Tuhan berkenhendak lain dibalik perjuangan ayah saya, dalam perjalanan menuju kota, kakak saya menghadap kepada Sang Khalik. Yaah, itu mungkin singkat cerita alasan saya dan saudara-saudara saya memberikan gelar pahlawan untuk ayah kami.
Seiring berjalannya waktu, sedikit-demi sedikit kehidupan kami mulai meningkat, sepeda motor mampu terbeli, beranjak ke mobil pick up, lalu phanter dan kini ayah telah menggunakan X-Trail, bukan hanya itu sayapun telah punya sebuah hadiah mobil dari ayah. Beranjak dari perawat, dan tahun 2010 ayah saya terpilih menjadi seorang wakil rakyat di Maros, kami bangga dan terharu, perjuangan ayah, kedermawanan dan kepeduliannya terhadap sesama yang membuat kamipun mampu menumbuhkan semangat. Pada awalnya, kami anak-anaknya kurang setuju dengan pilihan ayah bergelut pada bidang politik, namun dengan banyaknya massa berdatangan kerumah, meminta kesediaan ayah, saat itu pula kami sekeluarga merasakan ada energy dan kekuatan positif yang membuat kami menyemangati ayah. Dan ayahpun menjadi seorang anggota dewan yang amanah, yah mungkin sebagian orang mencibir perlakuan anggota dewan secara menyeluruh. Tapi saya mampu menjadi saksi hidup dibalik semua perjuangan ayah saya… Ayah saya bukan orang yang mampu tidur nyenyak dibalik banyaknya keluhan masyarakat, ayah saya bukan orang yang hanya tinggal diam di balik penderitaan rakyat. Saya mampu berdiri dan berbicara kepada semua orang bahwa “AYAH SAYA ORANG YANG AMANAH” dan saya bangga memilikinya.
Tepat tanggal 2 Februari 2012, ayah saya terpilih menjadi seorang pemimpin partai politik yang dia geluti, dia menjadi pemimpin PKPB se-Sulawesi Selatan. Saya bangga dan terharu, bukan karena apa yang diraih ayah saya saat ini, tapi karna saya memaknai apa yang keluarga kami lalui di belakang. Dan dengan bangga pula saya katakana bahwa ini adalah berkat do’a ibu yang sejak tahun 1974 setia mendampingi dan mendukung ayah, mulai dari rasa suka hingga duka. Tak pernah menampakkan kelelahan dan selalu tersenyum meski sakit. Karena di balik kesuksesan ayah, ada kekuatan ibu yang tersalurkan dan berwujud kesuksesan. Dan atas nama anak-anakmu ayah, saya mengatakan “KAMI BANGGA MENJADI ANAKMU”

Rabu, 21 Desember 2011

Hari Ibu di 2011

"selamat hari ibu, mama sayang..."
kataku pada mama hari ini sambil sama-sama nonton infotainment,,, sungguh saya begitu sayang mama,,, lebih dari rasa sayangku pada diriku sendiri... :)
"berikanlah kebahagiaan yang sempurna pada mamaku Yaa Raab" doaku dalam setiap sujudku, dalam setiap pandanganku pada mama...

di hari ibu tahun ini,,, saya tidak bisa memberi hadiah apa-apa pada mama...
maafkan saya mama tidak mempersiapkannya...

sebenarnya ada hal yang mengejutkan saya di hari ini...
saat nonton tivi sama mama, kebetulan yang menyajikan tema "hari ibu", seorang anak (artis:JP) curhat di infotainment, bahwa "sakit yang saya rasakan, dirasakan oleh ibu saya dua kali lipat"... dan mama saya tiba-tiba ngomong (maaf yahhh kalau saya menggunakan bahasa daerah sayaa) "betul tawwa itu yang nabilang, begitu juga saya yang kurasa"... Subhanallah, sungguh luar biasa mama saya... ingin menangis terharu di hadapan mama dan kemudian saya bertanya dan mengucapkan terimakasih "terima kasih mama,,, kita (kata sopan untuk bilang kamu dalam bahasa bugis) rasa dua kali lipat sakit yang kurasa" air mataku tak tertahan... dan yang membuat saya kaget adalah jawaban mama..
"bukanji kau, diana (kakakku) maksudku, kalau dia sakit, lebih sakit lagi yang kurasa" sayapun hanya diam dan tersenyum, tak mampu berkata-kata... beberapa saat kemudian, saya membalikkan badan menuju laptop, dan air mata ini kemudian mengalir deras dari mataku,,, oh Tuhan ini sangat sakit,,, meskipun saya sungguh sangat mengerti bahwa posisi kak Diana kakakku sangat sulit, tapi pantaskah mama mengeluarkan kata itu???
mengelus dada, tersenyum, dan memaklumi... hanya itu yang bisa saya lakukan... bagaimanapun, saya sayang mama,,, kepedihanku tidak usah mama rasakan, karena saya akan menjadi sangat bersalah kalau mama merasakannya... LOVE YOU MOM...

Teman Kecilku, Sahabat Terbaikku...





foto ini sekitar tahun 1998/1999,,, jamannya petualangan sherina... hehehhe
cewe' krinyol (keriting konyol) nan hampir di bilang buruk rupa itu namanya "ria" dan yang satunya namanya "dian"... pertemuan dan kebersamaan ini sangat singkat,,, hanya empat tahun berteman, namun sangat erat... dan dari situlah arti sebuah persaudaraan, persahabatan, kasih sayang pertemanan sangat terasa meski usia terlalu dini untuk mengetahui makna kasih sayang...
kenangan bersama yang sampai saat ini masih teringat secara detail adalah :
  • bermain di fashion park (pengayoman yang saat ini sudah tidak ada), saat itu dian sudah pindah sekolah, tapi saya masih sering mengunjungiknya kalau dari kampung
  • kami pernah menampar salah satu teman yang belagu di sekolah, tapi tamparannya cuma ngelus pipi doang,, hahaha
  • dian memberikan mug merah yang sampai saat ini masih ada
  • dian memberikan saya boneka kelinci dangan baju warna biru, waktu saya berulang tahun yang sekarang masih dimaini oleh keponakan saya, hehehe
  • kami sama-sama suka westlife, dian suka mark dan saya suka bryan, hahaha
  • kami pernah sama-sama ke benteng roterdam untuk melihat mummy (gak tau gimana tulisannya)
kita harus berpisah karena dian yang anak dokter itu harus mengikuti ayahnya setiap pindah tugas, dan sejak saat itu saya (ria) merasa sangat kehilangan, dan betul-betul mendalami arti kehadiran teman terbaik... dan waktu begitu bersahabat, dan tidak kejam terhadap persahabatan kami... kami dipertemukan lagi saat kuliah, meskipun beda fakultas, tapi persahabatan itu kembali terjalin... makasih Tuhan...
Teman kecilku, sekarang menjadi teman dewasaku yang masih sangat pengertian dan menjadi sahabat/saudara terbaikku...

Selasa, 20 Desember 2011

Berasa Hampa

Nyanyian pagi yang begitu merdu
mengantarku pada angan-angan yang indah...
ingin ku memeluk angin agar tak pernah pergi dan selalu menyejukkanku
namun ternyata itu hampa...

gemuruh suara kendaraan di hari ini,,,
menyadarkanku semua orang sedang beraktivitas
dan aku...
aku hanya terdiam disamping jendela kamar
menatap keluar,,,
dan berpikir hampa

aku sedang menanti kedatangan teman...
tapi siapa temanku yang kira-kira akan datang
apa masih ada yang ingin berteman denganku???
sedangkan aku sendiri mulai risih dengan diriku...
semuanya terasa hampa...

aku ingin menjerit
menyalahkan alam yang sering tak bersahabat denganku
yang sering membiarkanku terpuruk dalam kehampaan
tapi aku tak ingin menyalahkan orang tuaku yang telah melahirkanku di dunia ini...
aku ingin memaki diriku...
yang sering membuat orang tuaku khawatir
yang sering membuat kekasihku resah,,,
dan sering membuat orang-orang tidak nyaman di sampingku...

Tuhan,,,
aku ingin menutup mata,,,
dan hadirkanlah keindahan dibalik kelopak mataku,,,
dan saat aku bangun, berikanlah semangat itu
karena aku hanya ingin membahagiakan mereka yang kusayang...

Saat Twitter dan Facebook Menjadi Teman Terbaik

Agak lebay sih sebenarnya...
dan kenapa saya mesti menuliskannya, karena saya beranggapan kedua social network ini sering kali menjadi teman terbaik saya, bahkan saat saya dicampakan oleh dunia... hehehe, mungkin istilahnya terlalu berlebihan... tapi seringkali saya merasa dunia tidak berpihak pada saya, disamping pemikiran saya bahwa Tuhan tidak akan menguji di luar kemampuan saya... namun itulah yang saya rasakan...

Hanya saja harus saya akui bahwa sang pujaan hati sangat tidak menyukai saya memasang status galau atau apa saja yang menunjukkan saya sedang sedih pada jejaring sosial tersebut,,, berat sekali rasanya kalau harus meninggalkan hal yang bisa saya bilang kebiasaan itu,,, karena kadang tak seorangpun bisa menjadi teman yang baik,,, hmmmm... Baiklah, kemudian saya mencoba mengurangi intensitas saya untuk curhat pada kedua jejaring sosial ini,,, tapi pada siapa lagi saya menggalau...

Ingin menangis, ingin memaki, ingin curhat apa saja bisa pada twitter bisa,,, tapi siapa yang bisa siap kapan saja untuk dengarkan isi hati saya... meskipun twitter dan facebook bukan Tuhan yang akan membantu menyelesaikan masalah, tapi keduanya mampu membuat hati saya lumayan tenang,,, dan mungkin seharusnya saya membuat akun facebook pribadi yang tidak mempunyai teman sama sekali, begitupun dengan twitter, agar kekhawatiran sang kekasih tidak terjadi,,, hahahha,, ada-ada saja...

Maafkan saya Tuhan,,, saya tidak menduakan-Mua,,, apa lagi Syirik,,, saya hanya ingin memuji ciptaannya ciptaan-Mu... karena sering kali saya juga mendapat solusi yang tepat di tempat itu, tapi  sudahlah... biarkan semuanya berakhr,,, maksudnya biarkan saja kegalauan di pendam dan tidak di publish, hadapi dengan senyuman dan keikhlasan... maka dunia akan tersenyum dan memihak padamu... SEMOGA

Minggu, 18 Desember 2011

Saat Sebuah Judul Harus Ditemukan

sungguh tak tahu harus berkata apa untuk mengungkapkan perasaan ini...
galau, risau, resah, gelisah.. melebur menjadi satu yang hampir saja saya sebut dengan stres, tapi sepertinya terlalu lebay...
yaaaah, saya rasa ini tanggu jawab besar yang harus saya hadapi, bebagai macam masalah di kepala harus diselesaikan satu per satu,,,
tapi memang masalah judul ini yang meradang di kepalaku.... argh, saya tidak pernah iri melihat temanku menggunakan seragam hitam dan putih saat ujian proposal, tidak pernah iri dengan mimpi mereka mengejar wisuda bulan 3,,, saya fokus sama diri saya sendiri dan saya senang melihat teman saya yang begitu antusias mengejar gelar sarjananya...

yaaah, siapa yang mau lama-lama di kampus sih,,, saya juga mau sarjana, tapi saya tidak mau memaksakan diri saya,,, saya mau tetap stay cool, gak panik... hehehe... tapi yang membuat saya tertekan adalah tuntutan orang tua,,, yah saya harus mengerti itu, meski kadang saya bingung sendiri, jaminan apa yang diberikan kepada saya kalau saya cepat lulus,,,, entahlah...
saya hanya berusaha semaksimal mungkin,,, dan tentunya berdoa...
KOFTTE

Senin, 21 November 2011

Keunggulan Shalat Dhuha...


minjem dari tetangga... tapi gak papa buat bagi-bagi pengetahuan... sayapun tersentuh... saya juga pernah mendapat berkah dari shalat ini... dan shalat yang menurut saya paling cepat menjawab yang kita inginkan adalah shalat dhuha... jadi sebelum saya ctrl+v untuk paste yang saya copy dari blog tetangga, saya ingin cerita satu pengalaman tentang shalat dhuha dalam hidup saya... bahwa diartikel sebelumnya saya pernah menyinggung saya pernah juara nasional di satu Lomba karya tulis, dan saya yakin kekuatan Dhuha yang mengatarkan saya juara waktu itu... yang saya ingat waktu itu, saya terlambat sarapan karena melaksanakan dhuha terlebih dahulu, panitia lombapun mungkin saat itu risih, namun saya bisa membuktikan bahwa inilah kekuatan shalat dhuha jika dilaksanakan...

saya izin ctrl+v yaaaah... :)

Salah satu sholat sunnah yg dicontohkan Rasululloh SAW adalah sholat sunnah Dhuha. Bahkan beliau menjadikan sholat dhuha ini sebagai salah satu wasiat beliau, sebagaimana hadits berikut:
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.”
( H.R. Bukhari & Muslim ).
Aku sendiri melakukan sholat dhuha, salah satunya untuk meluruskan niatku kuliah&bekerja, yakni menjadikan kuliah&kerja sebagai ibadah. Karena seringkali orang bekerja dg tujuan hanya mencari uang (duniawi) semata, sehingga melupakan aspek ibadah (akhirat).
Sementara itu, manfaat sholat dhuha sendiri, dari beberapa ustad, antara lain:
1. Agar dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki.
2. Ungkapan terimakasih kita kepada ALLOH SWT, atas nikmat sehat tubuh kita.
3. Pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti.
4. Mendapat ganjaran surga, sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).
Waktu sholat dhuha sendiri, berdasarkan contoh Rasululloh SAW, berkisar sekitar pukul 7 pagi - 10 pagi. Dengan demikian, bisa dikatakan, sholat dhuha = sholat untuk ‘memulai’ aktivitas (sebelum berangkat bekerja).
Sementara jumlah raka’atnya, minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at. Sholat dhuha bisa dilakukan sebelum berangkat ke kantor, atau segera setelah tiba di kantor. Anda bisa pilih, mana kondisi yang cocok untuk anda.
Sedangkan untuk surat yg dibaca, aku senantiasa membaca Adh Dhuha(93) di raka’at pertama dan Al Ikhlas(112) di raka’at kedua, dengan alasan sebagai berikut:
1. Adh Dhuha = sesuai dengan sholat sunnah yg aku lakukan. Di samping itu, isi dari surat 93 ini ALLOH SWT akan memberi kecukupan kepada hamba2-Nya. Selain itu, surat ini juga mengingatakan kita agar tidak sewenang-wenang terhadap anak yatim, juga tidak menghardik orang yang meminta-minta (pengemis) kepada kita.
Justru pada surat ini, ALLOH SWT menyuruh kita agar berbagi rejeki yg telah diberikan-Nya, kepada orang lain yang membutuhkan.
2. Al Ikhlas = untuk memperkuat iman (tauhid), bahwa hanya ALLOH SWT yg berhak disembah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan membaca Al Ikhlas, aku berharap agar jika maut menjemputku, maka iman tidak lepas dari qalbuku.
Jadi, jangan tunggu lagi…segera dirikan sholat dhuha! :-)
tambahan:
- salah satu doa yg bisa dipanjatkan usai sholat dhuha:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
 minjemnya dari : http://tausyiah275.blogsome.com/2008/02/17/sholat-dhuha-dahulu-baru-beraktivitas/

Realitas Kebangsaan...

ini adalah materi yang pernah saya bawakan di dalam kegiatan Training Of Trainer (TOT) lembaga kebanggaan saya LP2KI,, hehehe,,, apa siiiih, lebay deh... agak ngeri sebenarnya bawa materi ini, ini adalah amanah yang akan dilanjutkan oleh orang lain... belum lagi bagi saya sendiri, materi ini lumayan berat yah... hmmm... dengan keyakinan dan basmalah saya memulainya, semoga manfaat...

saat kita mendengarkan mengenai Realitas Kebangsaan, sebagian besar orang akan bertanya tentang Indonesia dulu, sekarang dan masa yang akan datang... yaaah, mungkin ada tanda tanya lain, tapi kebetulan dalam benak saya itulah pertanyaan yang muncul, hahahaha...
saya mengawali dengan cerita Indonesia dulu, mungkin saya lebih ke kehidupan ekonomi dan penguasaan pihak asing terhadap bangsa ini... dan yang saya angkat dalam cerita Indonesia masa lalu adalah bagaimana kita di jajah oleh bangsa asing yang saya khususkan pada penjajahan Belanda yang telah menguasai kita selama 2 abad, yaaaah, saat itu kita belum menjadi Indonesia, namun wilayah yang di jajah itulah yang saat ini bernama Indonesia...  sebenarnya di 2 abad ini, kita tidak di jajah secara langsung oleh pemerintah Belanda, melainkan, kita di kuasai oleh organisasi dagang Belanda yang kita kenal dengan VOC... yah, VOC ini memiliki tujuan untuk monopoli dagang di Indonesia yang kaya akan rempah-rempah, jelas saja wilayan ini merepakan paru-paru dunia... namun yang sangat di sayangkan, dalam monopoli dagang ini, VOC juga menerapkan penyerahan wajib dan tenaga kerja wajib... miris sekali bagi bangsa ini, sudah kita yang seharusnya menjadi pemilik namun ternyata kita yang menjadi pekerja paksa untuk kesejahteraan pihak asing... namun, yang perlu disadari adalah penjajahan zaman dahulu itu merupakan penjajahan yang berwujud berupa penderitaan dan kerugian bagi bangsa ini... sungguh miris...

beranjak dari kenyataan pahit penjajahan zaman dahulu, sekarang yang menjadi pertanyaan besar... apakah saat ini Indonesia sudah menjadi negara yang tidak di jajah lagi??? ataukah masih di jajah namun dalam bentuk lain??? mari kita menyimpulkan dengan bukti-bukti yang ada saat ini... meskipun Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945, harus di akui bahwa sejak saat itu Indonesia telah berdiri menjadi suatu negara...
terlepas dari itu, melihat kenyataan yang ada saat ini, masihkah kita menyatakan bahwa kita telah bebas dari penjajahan dengan kebilajakan pemerintah yang bersifat liberal memberikan peluang bagi pihak asing untuk menguasai saham perbankan sebesar 99% dan saham asuransi sebesar 80%... dan yang mirisnya lagi yang saat ini nyata di depan mata adalah migas yang merupakan salah satu harta yang besar di negeri ini hanya 25% yang merupakan operator migas nasional dan 75%nya operator asing... sungguh sangat disayangkan... dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Indonesia masih di dominasi oleh asing... Lalu pertanyaan selanjutnya apa bedanya Indonesia saat sebelum dan setelah kemerdekaan??? kita sama-sama dikuasai oleh pihak asing, bahkan (maaf kalau saya kurang memiliki datanya, silahkan cari sendiri tapi yang saya bilang semoga benar) kerugian Indonesia di zaman VOC yang berkuasa selama 2 abad ternyata masih lebih kecil daripada kerugian Indonesia akibat freeport yang belum selama VOC menguasai Indonesia... mirisss..
itu dari sisi ekonomi, belum lagi politik di Indonesia yang saat ini seperti diperjual belikan, para calon pemimpin hanya menjual janji tanpa ada wujud nyata dari iklan-iklan yang di pasangnya... itulah realitas yang terjadi saat ini...
mari sejenak melihat gambaran singkat Indonesia dulu dan sekarang

INDONESIA DULU

Zamrut Katulistiwa

Negara Agraris

Indonesia adalah paru-paru dunia
INDONESIA SEKARANG
 Negeri berdarah

 Negeri para bintang

 Negeri para mafia

Hukum diperjualbelikan

itulah gambaran bagaimana Indonesia dulu dan sekarang... pada kenyataan yang terlihat pula saat ini adalah tindakan-tindakan yang bersifat anarkis yang dilakukan oleh bangsa ini karena ketidakpercayaannya pada aparat hukum kita... namun, apakah itu jalan  yang tepat??? apakah anarkisme masih tergolong tepat untuk mengatasi masalah bangsa ini... saya rasa masih ada cara yang lebih terhormat dan lebih menjurus yang dapat dilakukan... yah dengan cara MENULIS... menulis juga jangan omong kosong, saya tahu jika kita mengaku orang yang berintelek, pasti mengerti yang saya maksud dengan menulis... dan diharapkan juga penerima tulisan dapat mengapresiasi apa yang dituliskan oleh kaum intelek tersebut.

Saya rasa tinggal satu pertanyaan yang belum terjawab,,, bagaimana Indonesia kedepan???
jawaban saya singkat, saya mengkategorikannya menjadi 3, yaitu :
1. saat kita DIAM, Indonesia akan Mati
2. saat kita bertindak ANARKIS, Indonesia akan Hangus, dan
3. saat kita MENULIS, Indonesia akan lebih baik...

mungkin membaca artikel-artikel saya sebelumnya, pembaca akan tau kenapa saya menekankan pada penulisan, hehehehe... yaaaah, karena saya berkecimpung pada lembaga yang menangani masalah penulisan, dan karena penulisan sudah menjadi bagian dari saya, dan karena penulisan juga saya pernah meraih prestasi...