Rabu, 16 November 2011

Menilai Makassar Dari Segi Lain

Akhir-akhir ini makassar sangat tekenal dengan "tawuran"nya... banyak opini yang tiba-tiba hanya mampu untuk menyalahkan oknum yang melakukan anarkisme tanpa melihat akar permasalahan dari kejadian ini...
bukan ingin menyalahkan opini tersebut, karena semua orang berhak untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat... saya juga tidak berada di pihak orang-orang yang (katanya) membakar fasilitas atau merusak fasilitas kampus, sebut saja mereka kaum anarkisme... saya hanya berada diposisi yang menurut saya saya berada di tengah, tidak menyalahkan pihak manapun, malah saya menyayangkan kurangnya antisipasi dari pimpinan kampus.
opini saya sebagai berikut:
  • sebut saja kelas "T"... kelas isi sudah dari dulu di kenal sebagai kelas yang bahaya untuk diajak konflik, karna mereka mempunyai rasa solidaritas yang tinggi, mereka menjunjung tinggi harga diri, dan mereka tidak suka untuk dilecehkan. kasarnya saya sebut tempat mereka adalah "kandang macan". mereka adalah macan yang bersahabat, namun jika di usik, mereka akan sangat mengerikan... itu tanggapan saya pada kelas ini. dengan pendapat saya yang seperti ini, maka saya dapat menarik kesimpulan bahwa jangan pernah bermain dikandang macan apalagi mengganggu ketenangannya, karena kapan saja mereka mampu keluar kandang kemudian merusak apa yang ada. selain itu banyak yang bisa menjadi korban kegarangannya. intinya adalah BERDAMAILAH, kita semua ini saudara.
  • kira-kira apa yang mengakibatkan hingga kejadiannya sampai se-dahsyat ini??? tidak adakah langkah antisipatif yang bisa dilakukan oleh kepala sekolah hingga murid-muridnya tidak saling menerkam seperti ini??? yaaah, betul saja kalau saya bilang ini sebenarnya hanya kejadian yang berulang saja dan tidak pernah ditemukan titik terang yang mampu untuk mengatasinya. kalau saya jadi pimpinan, dan murid saya saling benci, maka saya tidak akan pernah menyalahkan murid-murid saya ataupun guru-guru bawahan saya, melainkan saya akan menyalahkan dan mengintrospeksi diri karena sayalah pimpinannya, kira-kira ada apa dengan saya hingga sekolah saya seperti ini. hmmmm mungkin intinya adalah antisipasi dan kebijakan pimpinan yang HARUS TEGAS... ini pendapat saya yah... hehehehe
  • yang paling ingin saya soroti adalah media... kenapa media??? jelas saja, karena medialah yang kemudian merusak nama kampus, bahkan provinsi... yaaah, saya mengerti bahwa nilai jual untuk berita seperti ini akan lebih tinggi daripada menyiarkan berita keunggulan suatu daerah ataupun prestasi suatu sekolah/kampus... sebut saja sekolah yang saya bahas dari tadi ini adalah sekolah "U". tidak sedikit prestasi yang diraih di sekolah ini, jangankan setiap tahun, bisa saya pastikan bahwa kelas "H" di skolah ini hampir setiap bulan bahkan setiap minggu mengirimkan siswanya dalam ajang prestasi yang bertaraf nasional. lalu, dimana media saat itu??? mungkin saja saat itu media sedang sibuk mencari konflik di masyarakat. dan saat sekolah ini tawuran, media berbondong-bondong meliput kejadian ini. maaf saja kalau saya hanya tertawa melihat ada wartawan terluka. intinya adalah MEDIA menganggap NILAI JUAL AKAN LEBIH TINGGI PADA KONFLIK... yaaah... miris rasanya. media juga menenggelamkan beribu prestasi dengan sebuah konflik...
hal inilah yang membuat makassar mendapat slogan "MAKASSAR KASAR"

Saya mau keluar dari itu semua...
saya ingin mengajak semuanya untuk menilai Makassar dari sisi lain... konflik itu hanyalah hal yang sangat kecil, biarkan dia berlalu seiring waktu yang berjalan... hehehehe, ngomong apasih... yah memang seperti itu penilaian saya, konflik itu bukan hal yang permanen dan akan selesai seiring waktu juga. kenapa tidak bicara masalah kekayaan makassar... makassar itu bisa di jadikan kota pariwisata loooh, banyak kekayaan yang dimiliki kota ini, bahkan makassar akan di jadikan center point of indonesia... bukankah itu merupakan hal yang menarik untuk di liput??? itu hal permanen looooh, bukan hanya sekedar isu yang ceritannya akan habis seiring berlalunya waktu... dan inipun cerita yang berulang... banyak kearifan lokal di sulawesi selatan, kenapa itu bukan menjadi objek liputan media massa??? jelas saja orang yang tidak mengenal makassar secara detail yang hanya tahu dari tv saja akan mengatakan bahwa makassar itu adalah kota yang terkenal dengan kekasarannya... tolonglah pemerintah kota bisa mengundang media dengan membahas kekayaan alam dan keindahan kota kita kepada masyakat Indonesia secara umum.

waduh otak sudah mulai buntu untuk menuliskan segala yang ingin keluar dari kepala ini, hahahaha... intinya yang saya mau tekankan, mari kita menggunakan alat penglihat kita untuk tidak hanya melihat sebelah mata saja, jangan langsung menjastifikasi secara umum warga masyarakat dan seluruh mahasiswa, karena kita sendiri tidak tahu siapa yang menjadi tokoh dalam kejadiam tersebut. LIHAT MAKASSAR SECARA LUAS, karena TIDAK SEMUA YANG KALIAN LIHAT DAN DENGAR TENTANG MAKASSAR ITU BENAR... buka mata lebih lebar....
hanya sekedar opini yaaah... hehehe...

Selasa, 15 November 2011

SAYANG IBU

Malam ini, saat yang dapat terdengar hanyalah nyanyian malam, suara jangkring yang menambah indahnya malam…

Kutatap wajah ibuku dalam-dalam, dan semakin kutatap tak terasa air matakupun menetes membasuh pipiku. Kupandangi dan kumaknai setiap sisi wajahnya, dan kudapati begitu banyak penat dan keluh didalamnya, begitu lelah parasnya, namun bibirnya tak pernah lepas dari senyum kasih sayangnya…

Dan dibalik senyumnya itu, kudapati berjuta harapan yang dia tanamkan untukku, namun aku tak merasa tertekan…

Aku bangkit… untuk menghantarkan ibuku mewujudkan mimpinya melihatku menjadi wanita yang dewasa dan mampu untuk berdiri di atas kakiku sendiri. Seperti doa yang selalu iya panjatkan dalam sepertiga malam untukku…

Malampun semakin larut, dan semakin dalam mataku menatap wajah penuh cahaya kasih sayang itu… sungguh, air matakupun semakin deras membasahi pipiku… aku ingin membangunkannya dan bersujud di kakinya serta berucapan sayang, terima kasih dan maaf untuknya…

Untukmu ibu… keheningan malam ini akan menjadi saksi bahwa engkaulah yang paling berharga dalam hidupku, bahwa doamu dalam setiap sujudmu tak akan menjadi harapan belaka, karna aku akan berbakti padamu…
Love you ibu…

KAMULAH ORANGNYA

Ibu pertiwiku kini menangis
Merintih… menjerit melihat tanah airku…
Ada apa dengan bangsaku ???
Anak kecil tak punya orang tua terlunta-lunta di pinggir jalan
Mencari sesuap nasi dengan mengamen dan jualan koran…
Belum saatnya mereka merasakan kerasnya kehidupan ini
Belum saatnya mereka merasakan kejamnya dunia ini…
Ada apa dengan negeriku ???
Para milioner keluar masuk club mencari kesenangan duniawi
Para penegak hukum tertawa ditemani arak dan menutup mata
melihat penderitaan bangsa
Lalu siapa yang akan menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan ???
Harapanku pada pemimpinku perlahan-lahan tenggelam…
Terlalu banyak ulahnya yang menyengsarakan saudaraku…
Terlalu banyak tingkahnya yang membuat alampun menangis…
Harapanku pada pemuda bangsa perlahan luntur…
Seringkali para pemuda memusuhi saudara sendiri
Seringkali pemuda yang membuat onar negeri ini…
Lalu pada siapa ibu pertiwi dapat berharap ???
Kamulah orangnya…
Yah… betul sekali… kamu…
Kamulah yang menjadi tumpuan bangsa ini
wahai pemuda generasi penerus yang taat
dan berani berjuang demi bangsa…
Kamulah orangnya

tentangmu dalam puisiku...

entah kapan tepatnya kita berkenalan....
karena itu secara alamiah terjadi...
waktu demi waktu berlalu, hingga rasa kagum di hati ini muncul...
namun, rasa ini kemudian di tekan untuk tidak berlebihan...
hingga saat seorang teman menyampaikan kabar gembira, bahwa rasa ini tidak kurasakan sendiri...
hahahahha...
rasa malu bercampur dengan rasa khawatir...
indah namun ragu...
apa rasa ini seharusnya kupelihara???
atau rasa ini kubuang saja??? namun sulit
hingga keputusanku adalah mengikuti alur saja... membiarkan waktu menari-nari diatas perasaanku sembari menjawab kegalauan dalam hati...
mencoba membaca perasaannya lewat pesan singkat...
takut rasa ini tak terbalaskan...
sesungguhnya ada ketakutan dalam hati, karena perasaan masa lalu masih menyelimuti...
kucoba diam, merenung dan bertanya pada malam...
dan hati menuntun bahwa yang kurasakan padanya bukanlah sesuatu yang harus kuhindari, melainkan untuk kuraih...
namun, aku kembali ragu, saat kuberpikir bahwa aku hanya merasakannya sendiri...
sulit untuk membiarkannya pergi dari rasa ini...
tapiiii, tidak...... dia tidak pergi
dia masih disini...
kembali waktu menjadi teman terbaikku untuk menjawab semuanya...
banyak yang terlewati,,,
saat pantai menjadi saksi, dan sebuah boneka sapi lucu menjadi instrumen
saat pepohonan menjadi saksi dan mobil-mobil diparkiran tersenyum melihat dua orang yang saling malu...
masih ingin berlama-lama, namun lutut juga gemetaran berdiri lama...
bukan karna lelah, namun karna hati dikuasai oleh perasaan malu yang memaksakan untuk hanya bertemu sejenak...
namun, pertemuan singkat itu bukanlah akhir dari pertemuan...
hingga tibalah saatnya,,,
waktu itu 230911 HPku bergetar...
perasaanku sudah melanglang buana, namun mencoba menenangkan diri...
pertemuan singkat itupun menjawab ketidakyakinanku padamu...
menjawab keraguan hatiku atas rasaku padamu...
dan saat itu kita berikrar untuk saling menyayangi...
yaaaah indahnya jatuh cinta...

waktu berjalan,,,
kita menamai diri kita sepasang merpati...
yang seumur hidupnya hanya memiliki satu pasangan hidup saja...
cobaanpun datang menghadang...
dan itu dari diriku,,, yang tak mampu berdiri kokoh melawan badai masa lalu...
goyah dalam ketidakpastian perasaanku...
sakit, mungkin itu yang merpati jantanku rasa, namun balasannya adalah senyum...
hingga suatu saat aku mengakui semuanya, dan dengan keluasan hatinya dia mampu memaafkan salahku...
dari kejadian itu, aku akhirnya mampu berdiri kokoh menantang masa laluku untuk tidak menghantuiku menuju masa depanku yang direncanakan begitu indah oleh Tuhan untuku...
sambil menggelengkan kepala, bukan karna tidak terima, namun tidak percaya, Tuhan begitu menyayangiku dengan menghadirkannya dalam hidupku...
Terima Kasih Tuhan...

LP2KI ituuu.....


keraguan untuk ikut dalam satu organisasi saat kuliah itu ada pada saat saya pertama kali menginjakkan kaki di kampus merah... Namun, pertama kali masuk fakultas hukum yang sangat minoritas peminatnya di Sekolah Menengah Atas saya waktu itu membuat saya sadar, saya harus mencari alumni sekolah saya, saya harus melanjutkan kiprah mereka di kampus merah ini... Hingga saya menemukan tempat kumpul mereka, yaitu di satu lembaga yang bernama Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah (LP2KI)

RAGU... itulah kata pertama yang tersirat di hatiku... takut tak mampu seperti kakak-kakak (senior)ku (senior SMA maksudnya)... lebih lagi, takut tak mampu melanjutkan prestasi yang mereka raih sebelum saya masuk Fakultas Hukum Unhas (Fakultas yang kurang peminatnya di SMUDAMA, hehehehe). dan yang paling penting, saya bukan orang yang hobby menulis, karena menulis ilmiah itu pasti tidak mudah, harus banyak tau dulu baru bisa menulis... arrrrrggghhhh, mau tidak mau saya memaksakan diri masuk lembaga ini...

yaaah,,, betul saja, dengan hati setengah-setengah saya masuk lembaga ini, dan alhasil saya juga tidak pernah mood untuk mengikuti kegiatan di lembaga ini... hingga tiba suatu kegiatan yang saya merasa di butuhkan, yaitu LKTM dan Konfrensi Mahasiswa Hukum Nasional. tapi kembali saya berpikir, fungsi saya di lembaga ini tidak sesuai dengan apa yang senangi pada kegiatan ini... hmmmm... yah, pada kegiatan itu saya menjadi seksi transportasi dan menjadi LO salah satu universitas yang mengikuti konfrensi... lalu??? dimana letak kesinkronan saya masuk LP2KI... yaaaah, lanjut sajalah di lembaga ini dengan rasa terpaksa... sampai pada suatu saat saya di ajak menulis oleh senior SMA saya... yah jelas saja saya antusias, karena mungkin ini akan menjadi batu loncatan bagi saya untuk mewujudkan keinginan saya akan almamater SMA tercinta,,,, hahaha, apasih.... akhirnya saya menulis juga, itu kalimat yang saya ungkapkan waktu itu, seperti orang yang hebat padahal teman-teman saya jauh lebih maju di depan saya, bahkan sudah mendapat juara nasional, dan menurut saya (waktu itu) teman saya dianakemaskan, hingga saya menjadi down berada di lembaga ini. Eh, jangan salah, tulisan pertama saya itu menjadapat juara II looooh, meskipun hanya tingkat fakulat saja, tapi saya sudah sangat senang. berasa ingin buat acara syukuran dan ngundang orang se-kampung, hahahaha #lebay.

lomba dan juara itu ternyata masih belum mengundang minat saya untuk terus berkarya, hingga saya hanya berkata dalam hati "setidaknya saya harus mengikuti PKM-GT yang diadakan Dikti setiap tahun", bukan karena apa-apa juga sampai saya punya target itu, tapi tidak enk juga kalau tidak berkarya, hahahaha #maksa. keluar dari penulisan dan hal-hal yang berbau ilmiah ini, saya sudah mulai berbesar hati berada di lembaga ini, kekeluargaannya sudah berasam dan saya rasa inilah saya yang suka dengan organisasi, suka berinteraksi... ini yang membuat saya betah... hehehehe bukan karena penulisannya... :p

2010 saya kembali mencoba membuat karya tulis, saya rasa tahun itu saya harus meraih sebuah prestasi, karena 2011 saya punya target lain, bukan untuk menulis lagi, kalaupun masih di LP2KI itu hanya wujud kecintaan saya pada lembaga yang memberikan saya warna selama di bangku kuliah. hasil dari karya tulis yang saya ikuti waktu itu membuat saya takjub dengan diri sendiri, hahahaha ternyata saya bisa juara 1 Nasional, menyingkirkan Universitas yang lebih tinggi akreditasnya di bandingkan almamater saya, dan saya bisa membuktikan waktu itu...

Yaaaaah, itu mungkin cerita yang tidak jelas sebenarnya intinya apa... hehehe... yang saya tau LP2KI itu sesuatu banget, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata... sesuatu yang hanya menjadi mimpi belaka, saat kita sendiri meragukan kemampuan kita, dan karena LP2KI akhirnya mimpi itu terwujud... diluar itu semua, LP2KI memberikan saya saudara, bukan hanya sekedar teman, tapi betul-betul menjadi saudara yang suka duka terlewati dengan perasaan kebersamaan... banyak tawa, kadang juga duka... tapi semua terlewati dan menjadikan senyum... karena kita adalah SATU...

Bebek Kesayangan Nenek Joni

cerita ini sangat inspiratif dan membuat saya sadar betapa berartinya seseorang dalam hidup saya... betapa besar sayangnya dia pada saya, dan betapa kejamnya saya terhadapnya... dari kisah ini saya belajar jujur, belajar lebih terbuka... dan yang pasti karena kisah ini membuat saya yakin betapa berartinya dia dalam hidup saya, dan betapa besar rasa sayang saya pada dia...
meskipun cerita ini pinjam dari blog tetangga, tapi cerita ini saya baca atas rekomendasi orang yang saya sayang itu (Sutan Faizal Lubis)...

Ada seorang anak kecil bernama Joni mengunjungi kakek dan neneknya di sebuah peternakan. Kakeknya memberinya sebuah ketapel untuk dimainkan di hutan. Dia berlatih menembak dengan ketapel itu, tapi ia tidak pernah bisa mengenai sasaran sehingga dia menjadi putus asa. Ketika dia sedang berjalan, ia melihat bebek kesayangan neneknya di luar kandang. Tiba-tiba timbul keinginan dalam hatinya untuk membidik bebek itu. Dibidiknya bebek itu tepat di kepalanya dan bebek itu menggelepar dan mati. Melihat hal tersebut, Joni sangat terkejut dan ketakutan.
Karena panik, Joni menyembunyikan bebek mati itu di tumpukan kayu di belakang rumah dan hanya adiknya, Sally yang melihat kejadian itu. Sally melihat semuanya, tetapi dia tidak berkata apa-apa. Setelah makan siang hari berikutnya, Nenek berkata, "Sally, ayo bantu nenek mencuci piring." Tetapi Sally berkata, "Nenek, Joni berkata bahwa dia ingin membantu nenek." Lalu dia membisikan sesuatu kepada Joni.
Kemudian pada hari itu, Kakek bertanya apakah anak-anak ingin pergi memancing dengannya tetapi nenek berkata, "Maaf, Nenek perlu Sally untuk membantu membuat makan malam." Sally hanya tersenyum dan berkata, "Yah tidak apa-apa karena Joni memberitahu saya bahwa ia ingin membantu nenek." Kemudian dia berbisik lagi kepada Joni.
Setelah beberapa hari, Joni terus mengerjakan tugasnya dan tugas Sally. Sampai akhirnya Joni tidak tahan lagi, dia datang kepada neneknya dan mengakui bahwa ia telah membunuh bebek kesayangan neneknya. Melihat hal itu, Nenek segera berlutut dan memeluk Joni, sambil berkata, "Sayang, nenek tahu. Nenek memperhatikan dari jendela dan melihat semuanya. Nenek hanya menunggu berapa lama kamu akan membiarkan Sally memperbudak dirimu. Nenek berharap kamu akan datang dan menceritakannya sendiri. Karena Nenek mencintaimu, Nenek telah memaafkanmu."
Kita mungkin melakukan hal yang sama seperti Joni, mungkin kita telah berbohong, menipu, hutang, ketakutan, kebiasaan buruk, kebencian, kemarahan, kepahitan, dan lain-lain, apa pun itu. Apa pun yang terjadi di masa lalu Anda, apa pun yang pernah Anda lakukan, Anda harus menyadari bahwa Tuhan sedang berdiri di jendela dan Dia melihat semuanya. Dia telah melihat seluruh hidup Anda. Dia ingin Anda tahu bahwa Dia mengasihi Anda dan bahwa Anda sudah diampuni. Dia hanya menunggu berapa lama Anda akan membiarkan iblis memperbudak diri Anda.
Ketika Anda meminta pengampunan, Tuhan tidak hanya mengampuni Anda tetapi Dia juga lupa kesalahan Anda

minjam dari : http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/58/news/100330194910/limit/0/Bebek-Kesayangan-Nenek-Joni.html

Selasa, 01 November 2011

Kawasan Siap Bangun


KAWASAN SIAP BANGUN

Kawasan Siap Bangun, selanjutnya disebut Kasiba, adalah sebidang tanah yang fisiknya telah dipersiapkan untuk pembangunan perumahan dan permukiman skala besar yang terbagi dalam satu lingkungan siap bangun atau lebih, yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan lebih dahulu dilengkapi dengan jaringan primer dan sekunder prasarana lingkungan sesuai dengan rencana tata ruang lingkungan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan memenuhi persyaratan pembakuan pelayanan prasarana dan sarana lingkungan, khusus untuk Daerah Khusus Ibukota Jakarta Rencana Tata Ruang Lingkungannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Adapun yang menjadi persyaratan lokasi Kawasan Siap Bangun atau Kasiba adalah sebagai berikut :
a.    Kajian pertumbuhan penduduk baik yang alamiah maupun migrasi mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).
b.    Kebutuhan rumah dapat didekati dengan melihat selisih antara jumlah rumah yang ada dengan jumlah Kepala Keluarga yang ada.
c.    Lokasi Kasiba harus berada pada kawasan permukiman menurut rencana tata ruang wilayah Kabupaten / Kota.
d.   Seluruhnya terletak dalam wilayah satu daerah administratif.
e.    Lokasi Kasiba dapat dikembangkan mengikuti kecenderungan perkembangan yang ada atau untuk merangsang terjadinya pengembangan baru.
f.     Calon lokasi Kasiba bukan / tidak merupakan tanah sengketa atau berpotensi sengketa.
g.    Dalam menentukan urutan prioritas calon-calon lokasi Kasiba, pertimbangan utama sekurangkurangnya strategi pengembangan wilayah, biaya terendah untuk pengadaan prasarana dan utilitas, berdekatan dengan tempat kerja atau lokasi investasi yang mampu menampung tenaga kerja.
h.    Lokasi Kasiba yang akan ditetapkan mencakup lokasi yang belum terbangun yang mampu menampung sekurang-kurangnya 3.000 (tiga ribu) unit.
i.      Lokasi Kasiba bagi tanah yang sudah ada permukimannya, akan merupakan integrasi antara pembangunan baru dan yang sudah ada sehingga seluruhnya menampung sekurangkurangnya 3.000 (tiga ribu) unit.
Sedangkan yang menjadi kriteria pemilihan lokasi Kasiba adalah sebagai berikut :
a.       Jarak tempuh lokasi menuju pusat kegiatan dan pelayanan selama kurang lebih 30 menit
b.      Ketersediaan jalan penghubung dengan kawasan sekitarnya
c.       Keadaan topografi lapangan datar
d.      Daya dukung tanah untuk bangunan sesuai
e.       Drainase alam baik
f.       Kemudahan memperoleh air bersih
g.      Kemudahan memperoleh sambungan listrik
h.      Kemudahan memperoleh sambungan telepon
i.        Kedekatan dengan fasilitas pendidikan tinggi
j.        Kedekatan dengan fasilitas kesehatan
k.      Kedekatan dengan pusat perbelanjaan
l.        Kemungkinan pembuangan sampah.
m.    Tidak merubah bentang alam, seperti mengurug situ, memotong bukit/gunung, reklamasi rawa (termasuk rawa pantai).
n.      Masyarakat yang akan menghuni Kasiba mempunyai karakter/budaya yang tidak berlawanan dengan karakter/budaya masyarakat yang ada di sekitarnya.
o.      Adanya perhitungan neraca pembiayaan penetapan Kasiba (usulan pengeluaran, perkiraan penerimaan, cash flow)

Persyaratan Dan Kriteria Dalam Penunjukan Badan Pengelola Kasiba
Adapun yang merupakan persyaratan bagi Badan Pengelola Kasiba adalah sebagai berikut :
a.    Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, atau badan lain yang dibentuk oleh Pemerintah, yang ditugasi untuk menyelenggarakan pengelolaan Kasiba.
b.    Dalam hal tidak ada Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang berminat untuk mengelola Kasiba, Bupati/Walikota dapat :
·         membentuk Badan lain yang ditugasi untuk pengelolaan Kasiba yang selanjutnya dapat dikukuhkan menjadi BUMD bidang perumahan dan permukiman dan memberikan informasinya kepada DPRD.
·         Menunjuk Kepala Bappeda untuk menjadi Ketua Badan Pengelola dengan anggotaanggota.
·         Menunjuk Sekretaris Daerah sebagai Ketua Badan Pengelola, dengan anggota terdiri dari unsur Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman, Tata Kota, Pertanahan dan Dinas lain yang diperlukan serta Unsur yang Professional di bidangnya.
·         Menunjuk Badan Usaha swasta untuk menjadi Badan Pengelola untuk melaksanakan tugas pengelolaan yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.
c.   Memiliki tenaga ahli yang telah tersertifikasi di bidang :
·         Manajemen real estat
·         Penyelenggaraan pembangunan prasarana lingkungan
·         Penyelenggaraan pembangunan sarana lingkungan
·         Penyelenggaraan pembangunan utilitas umum
·         Pembiayaan real estat
Sedangkan yang merupakan isi dokumen kompetisi badan pengelola Kasiba adalah sebagai berikut :
a)      Penjelasan singkat mengenai Kasiba yang di kompetisikan
b)      Persyaratan peserta kompetisi
c)      Peta situasi lokasi Kasiba
d)     Jadwal penyelenggaraan kompetisi
e)      Daftar isi dan format proposal
f)       Kriteria dan tata cara evaluasi usulan
Persyaratan Untuk Ikut Serta Kompetisi Badan Pengelola Kasiba adalah :
a)      Rekaman Akte Pendirian Badan Usaha (Peraturan Pemerintah untuk BUMN atau Peraturan Daerah untuk BUMD);
b)      Rekaman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
c)      Referensi bank
d)     Neraca perusahaan terakhir
e)      Daftar pengurus perusahaan
f)       Daftar tenaga ahli yang dimiliki
Adapun yang menjadi Kriteria Pemilihan Pemenang Kompetisi Pengelola Kasiba adalah :
a.       Kekayaan bersih atau kemampuan keuangan perusahaan;
b.      Kemampuan tenaga ahli yang akan ditugasi, yang dinilai dari riwayat hidup masing-masing tenaga ahli
c.       Kemampuan tim pelaksana yang dinilai dari komposisi tenaga ahli yang diusulkan;
d.      Usulan teknis yang berisi antara lain :
1) Perkiraan macam/tipe dan jumlah rumah yang dapat dibangun;
2) Rencana struktur pemanfaatan ruang;
3) Prakiraan harga jual tanah untuk masing-masing tipe rumah;
4) Sistem drainase dan pembuangan limbah cair;
5) Sistem pembuangan limbah padat (sampah);
6) Macam dan jumlah sarana lingkungan yang akan disediakan tanahnya
7) Jadwal waktu penyelenggaraan pengelolaan Kasiba;
e.       Proposal neraca pengeluaran-penerimaan pengelolaan Kasiba :
1) Usulan pengeluaran
2) Perkiraan penerimaan
3) Cash flow